Cara Produksi Semen Conch untuk Proyek Menjadi Produk Unggulan

Semen conch untuk proyek merupakan produk asli yang diproses melalui serangkaian tahap dengan teknologi canggih di dalam pabrik. Semen sendiri merupakan hasil penggilingan terak atau klinker yang terdiri dari kalsium silikat dengan tambahan bahan lain. Tambahan dan proses rumit tersebutlah yang nantinya akan berpengaruh pada besar kualitas produk yang dihasilkan.

Proses Pembuatan Semen Conch untuk Proyek

  1. Raw Material Extraction & Preparation

Tahap ini merupakan tahap persiapan bahan baku, yaitu batu kapur atau limestone maupun clay, pasir besi dan pasir silika. Proses di dalamnya berupa mengecilkan batu kapur di dalam Crusher, lalu dikelompokkan sesuai ukuran agar homogen di storage.

  1. Raw Meal Preparation

Dari storage, batu kapur dibawa ke bin sillo dengan belt conveyor. Pun dengan bahan baku lain juga menuju ke bin silo. Di Bin Silo, keempat bahan utama dicampurkan, dengan konsentrasi tertentu untuk membentuk semen conch untuk proyek.

Kemudian bahan dilanjutkan ke unit operasi Raw Mill, untuk dilakukan penggilingan sampai ukuran mikro, dan dikeringkan sampai kelembaban 1 %. Baru setelah itu, material dibawa ke separating. Keluar dari tempat ini, bahan akan disebut dengan istilah Raw Meal.

  1. Clincker Manufacture

Rawa meal lalu dibawa ke unit preheater, yang fungsinya untuk pemanasan awal sebagai bentuk proses pre calcination agar menghasilkan oksida-oksida penghasil klinker, yang disebut klin feed.

Klin feed masuk ke operasi Rotary klin dan dipanaskan sampai suhu 1400oC untuk membentuk reaksi logam dan menghasilkan klinker atau terak. Baru setelahnya klinker didinginkan sampai 100oC, untuk menjaga kualitasnya.

  1. Cement Grinding

Setelah didinginkan, klinker dilewatkan ke Finish Mill, untuk dibuat powder dengan ditumbuk dan digerus berulang-ulang. Di sinilah semen conch untuk proyek dibentuk dengan memberikan tambahan berupa gypsum, pozzolan, dll.  Setelah selesai, semen dikirim ke bin cement untuk dikemas atau dikirim ke bulk jika bersifat curah.

Setelah proses pengemasan, maka semen sudah bisa didistribusikan dan digunakan masyarakat. Sebelumnya, pasti banyak yang mengira bahwa semua semen yang beredar di pasaran adalah sama? padahal ada beberapa jenisnya dilihat dari pengelolaan bahan baku.

Jenis Semen Abu-Abu

  • Jenis Semen Portland Type I

Semen ini yang paling sering digunakan untuk mengkonstruksi bangunan yang tidak membutuhkan persyaratan khusus seperti, tahan hidrasi panas atau batas daya tekan awal.

  • Jenis Semen Portland Type II

Semen ini biasanya digunakan untuk mengkonstruksi bangunan di sekitar wilayah perairan, karena bersifat tahan terhadap sulfat dengan kadar 0,10 sampai 0,20 % dan tahan hidrasi panas sedang.

  • Jenis Semen Portland Type III

Semen ini digunakan untuk mengkonstruksi bangunan dengan persyaratan khusus berupa memiliki daya tekan awal yang tinggi, setelah dilakukan proses pengikatan karena perlu dilakukan penyelesaian secepatnya. Umumnya digunakan pada bangunan bertingkat tinggi dan jalan beton.

  • Jenis Semen Portland Type IV

Semen ini berguna untuk mengkonstruksi bangunan dengan syarat tahan panas hidrasi rendah, dan proses pengeringan untuk menghasilkan retakan yang sedikit.

  • Jenis Semen Portland Type V

Semen ini digunakan pada konstruksi dengan syarat tahan terhadap kadar sulfat tinggi, seperti pembuatan jembatan, pelabuhan atau pembangkit tenaga nuklir. Selain jenis semen abu-abu, ada juga jenis semen campur, dimana salah satunya adalah semen conch untuk proyek. Semen conch ini memang merupakan semen campur yang berguna untuk menambah kualitas dan sifat unggulan semen abu-abu.

Jenis Semen Campur

  • Portland Composite Cement (PCC)

Semen conch ada yang menggunakan jenis PCC, yaitu semen dengan sifat berupa kedap air, tahan sulfat, dan tidak mudah retak. Umumnya semen ini berguna sebagai bahan pengikat untuk konstruksi beton, pemasangan batu-bata, plesteran dan acian.

  • Super Portland Pozzolan Composite Cement (PPC)

Jenis ini merupakan salah satu jenis semen conch untuk proyek yang berguna untuk mengkonstruksi bangunan di tepi pantai atau rawa yang tahan terdapat sulfat dan hidrasi panas sedang.

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
PRODUK SEMEN JAKARTA